Kebanyakan anak asrama merindukan hal ini : Liburan .
Yup, dengan segala tetek bengek kesibukan yang melanda selama weekday, hari libur adalah kebutuhan konkrit yang nggak bisa ditawar - tawar lagi. Sekali aja berikan tugas dan kesibukan di hari libur, dongkol dan kutukan akan menimpa si pemberi tugas dan kesibukan.
Apa aja yang mereka lakukan selama liburan ??
1. Tidur
Kalo di buat polling, 90% persen penghuni asrama akan melakukan hal ini ketika liburan dan waktu senggang. Jam tidur yang kadang - kadang digadaikan dengan begadang mengerjakan tugas membuat para penghuni asrama mencari waktu untuk merapel waktu tidurnya yang hilang. Dan waktu liburan adalah waktu paling tepat.
2. Olahraga
Mungkin jarang yang memilih pilihan ini, tapi salah satu melepas stress adalah dengan olahraga juga. Pagi dan sore hari adalah pilihan utama. Bisa apa aja, tapi yang paling sering adalah jogging, futsal, basket, voli, dan lain - lain. Badan seger, pikiran lepas, perut sixpack !
3. Jalan - jalan
Nah ini adalah pilihan buat mereka yang menyenangi kehidupan di luar asrama. Siapa yang nggak suntuk tiap hari ada di dalem asrama ? Jalan - jalan keluar, even cuma sekitar 1 - 2 kilo dari kampus , layaknya menghirup udara bebas pasca keluar dari penjara. Hehehe.Pergi ke tempat tempat wisata di kota, mall, dan lain -lain. Gak harus punya budget yang gede, bahkan hanya dengan uang ngangkot ( baca : naik angkot ) untuk keliling - keliling pun udah cukup ! Apalagi dengan jalan - jalan bareng kawan seangkatan atau lainnya, acara jalan - jalan pun makin seru !
4. Wisata Kuliner
Pilihan lain, tentu , selain ke tempat - tempat wisata, hunting makanan adalah kegiatan seru buat ngehilangin bosennya makan di asrama. Perbaikan gizi lah, istilahnya. Tapi apa emang gizinya lebih baik diluar ? Hehehe, meragukan sih. Nah kalo ini emang butuh budget rada lumayan, karena kita gak tau berapa harga kuliner di luar sana .Tapi hati - hati juga, pilih makanan yang baik dan gak bikin pinggang melebar, hehe. Balik asrama, perut kenyang !
5. Ngegame
Gak ada duit ? Males keluar kampus ? Gak masalah ! Kemudahan bawa laptop seringkali memberikan berkah tersendiri , apalagi di laptopnya terinstall game yang bikin betah berjam - jam di depan laptop. Terlebih kalo gamenya melibatkan orang lain, mereka bakal lebih betah ! Game seperti PES, Call of Duty adalah game favorit para penghuni asrama . Full of fun !
Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan
Selasa, 19 Juni 2012
Kamis, 31 Mei 2012
Bergantung Pada Media
Kadang kita menyangkal kalau dengan hidup di asrama kita bakalan
ketinggalan informasi up to date, bakal ketinggalan zaman, dan
ketinggalan-ketinggalan yang lainnya. Yap, betul! Informasi kini bisa didapat
dimana aja. Contohnya handphone yang bisa kita pakai akses internet. Toh kita
masih tahu setiap perkembangan kasus John Key, batalnya konser Lady Gaga,
bahkan perjalanan cinta Anang dan Ashanty hingga mereka naik ke pelaminan (ohhhh..gosh!!)
Tapi sadarkah, guys… lama-lama
jalan pikran kita akan dipengaruhi sama wartawan! Setiap artikel berita yang
kita baca bukan beasal dari mata kamera yang melihat kejadian sesungguhnya,
tapi berasal dari pikiran para wartawan yang punya opini beda-beda. Kalau kita
ngga bisa menyatu dengan masyarakat dan mengetahui atmosfer sebuah permasalahan
atau gosip publik, kita ngga bisa membuat pemahaman yang murni dari pikiran
kita. Itu yang menjadi kekurangan anak asrama. Kita terlalu dikendalikan oleh wartawan,
karena kita bergantung pada opini mereka.
Pembekuan Waktu
Rata-rata anak yang tinggal di asrama (terutama yang boleh keluar asrama
cuma seminggu sekali) mengalami pembekuan waktu.
Misalnya gue, pertama kali masuk asrama di usia 18 tahun. Entah kenapa
setelah beberapa tahun berlalu, saat gue melihat dunia luar kok rasanya dunia
udah berubah menjadi asing. Banyak hal yang dengan cepat berubah begitu saja.
Terutama orang-orang. Saat pulang ke rumah, gue melihat bahwa nyokap semakin
terlihat lebih tua, adik dan keponakan kok tiba-tiba udah tumbuh besar aja, dan
yang paling jelas lagi adalah teman-teman lama kita.
Dulu saat sebelum masuk asrama, gue seumuran, satu gaya, dan satu selera
sama mereka. Tapi beberapa tahun kemudian, gue melihat mereka tampak seperti 3
atau bahkan 5 tahun lebih tua dari pada gue. Mereka berdandan dan berpakaian
lebih dewasa.
Nah, ini yang gue maksud
pembekuan waktu. Tapi hati-hati juga sih, jangan sampai ketika kita berhasil
lulus dan meninggalkan asrama, kita justru ngga bisa beradaptasi dengan
lingkunan. Bahkan dengan diri kita sendiri. Misalkan kita yang pada saat lulus
ternyata udah berusia 17 tahun, tapi kelakuan kta masih sama aja kayak waktu
kita pertama kali masuk asrama. Berarti kita harus beradaptasi dengan diri kita
sendiri, jangan jadi anak umur 14 tahun di saat bulu ketek kita udah kayak remaja
berumur 17 tahun.
Rabu, 30 Mei 2012
Tinggal di Asrama Itu Murah?? Bohong!
Mayoritas orang beranggapan bahwa tinggal di asrama akan menekan pengeluaran harian maupun bulanan. Katanya, kalo tinggal di asrama, kita ngga banyak keluar (jalan-jalan, nongkrong, ajojing, dll). Maka pengeluaran harian berupa bensin maupun ongkos angkot, bus, ataupun kereta sudah bisa kita pangkas dengan tinggal di asrama.
Kemudian karena kita ngga sering keluar, jadi ngga banyak yang 'kelihatan'. Pernah kan pas kita lagi jalan-jalan.. murni loh jalan-jalan doang. Eh, kita ngeliat kedai es duren lah, ngeliat diskon baju lah, ngeliat ini lah it lah, yang jadinya kita mesti merogoh kocek buat beli hal-hal yang diluar rencana dan bahkan ngga penting-penting banget.
Yeah, semua kenyataan di atas adalah benar. Tapi.... ada tapi-nya nih. Berdasarkan pengalaman penulis, tinggal di asrama justru mahal!! Oya? Kok bisa?
BISA. Sebenernya ini sih tergantung sama pribadi masing-masing orang, tapi menurut pengalaman dan pengamatan terhadap beberapa objek (aseeek dah, ilmiah banget!), hal ini benar. Oke, dalam seminggu kita menghabiskan 5 hari full di asrama, ngga banyak uang yang keluar, malah nyaris ngga ada. Tapi tahukah kawan, apa yang terjadi di 2 hari berikutnya?? 2 hari saat weekend??
Lima hari full berada dalam satu lingkungan yang sama dengan kegiatan yang notabene monoton, membuat kita JENUH. Alhasil, saat waktu 'keluar asrama' tiba, wwoooohhh.... saatnya mengaktualisasikan diri dengan kehidupan serba boros.
Pas di asrama pasti banyak ngidam:
"Entar pas weekend gw mau makan bakso ah..."
"Entar pas weekend gw mau ke Mall *** ah...."
"Entar pas weekend gw mau nonton film *** ah..."
"Entar pas weekend gw mau beli *** ah..."
Dan masih banyak Entar-Entar lainnya....
Inilah yang gue maksud biaya mahal hidup di asrama, yaitu biaya ngobatin jenuhnya. Manusia bisa bekali-kali lipat lebih rakus dan biadab bila hasrat makan, belanja, dan jalan-jalannya tertahan sampai berhari-hari. Itulah yang pada umumnya terjadi...
Langganan:
Postingan (Atom)
